Rabu, 02 Januari 2013

Mengajar Membaca Menggunakan Kartu Bayi Pintar


mengajar bayi

1. Carilah waktu, tempat dan suasana yang tepat. Mengajar bayi perlu dilakukan dalam suasana bermain yang menyenangkan bagi bayi dan bunda. Hindari suara atau benda-benda yang bisa mengalihkan perhatian bayi.
2. Lakukanlah dalam waktu yang singkat untuk menghindari kebosanan. Segera akhiri pelajaran sebelum anak kehilangan minat. Sebagian anak bisa bertahan selama tiga menit, sementara yang lain hanya satu menit.
3. Ucapkanlah setiap kata dengan suara yang jelas dan lafal yang benar.
4. Tidak perlu memberi penjelasan agar anak tidak bingung. Ketika memperlihatkan kata “rumah”, cukup katakan “Ini dibacanya rumah”. Hanya itu saja. Kemudian ganti dengan kartu lain.
5. Biarkanlah kemampuannya berkembang secara alami. Tidak perlu terburu-buru mengetes kemampuan membaca anak karena proses penyerapan pada setiap anak berbeda.
6. Sediakanlah buku-buku bergambar dengan kata-kata pendek dan ukuran besar agar anak terbiasa melihat susunan huruf yang membentuk kata dan susunan kata yang membentuk kalimat pendek.
7. Setiap kali anak melihat benda asli dari kata-kata yang sudah dipelajarinya, manfaatkanlah itu untuk mengulang pelajaran.  Misalnya tunjukkanlah segelas susu dan katakan, “ini susu”. Ketika bermain di taman, tunjuklah bunga dan katakan, “ ini bunga”.
8. Lakukanlah secara konsisten 3 kali sehari untuk mencapai hasil yang optimal. Tapi kalau tidak memungkinkan, lakukanlah minimal 1 kali sehari. Lebih baik belajar lebih sedikit daripada tidak belajar sama sekali.
9. Kalau anak tidak mau bekerjasama dan selalu menolak, hentikanlah kegiatan belajar dan carilah waktu yang tepat. Hindari pemaksaan. Kalau berbagai upaya untuk membujuknya belajar tidak berhasil, cobalah cari cara-cara baru. Sebagai contoh, tempelkanlah kartu bayi pintar di tempat-tempat yang sering dilaluinya.Misalnya di pintu kamar, tembok dekat kamar mandi, lemari, dll. Setiap kali anak melihat kata-kata yang tertempel itu, katakanlah, itu dibacanya “apel”, ini dibacanya “gelas”.
10. Hargailah kemauannya untuk belajar dengan memberi pelukan atau pujian.

Catatan : Kartu belajar sebaiknya tidak diberikan kepada bayi sebagai mainan. Anak-anak cepat sekali bosan dan kehilangan minat  belajar bila kartu belajar sudah dijadikan mainan yang dilempar, diinjak, dilipat, digigit atau dirobek.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar