Kamis, 20 Desember 2012

Bayi Pintar Membaca Usia 12 Bulan, Apa Betul?

kartubayipintar.blogspot.com
Contoh video bayi pintar membaca.
Hati-hati menonton video ini. Ini adalah anak yang spesial. Tidak semua anak bisa seperti ini!






Melihat video bayi pintar membaca di usia 12 bulan pasti membuat banyak bunda terkagum-kagum dan ingin segera mengajar sang buah hati agar segera bisa membaca. Ada beberapa ibu yang membeli flash cards bayi ketika usianya baru dua bulan. Bahkan ada yang sudah mempersiapkannya ketika bayi masih dalam kandungan. Kami mengingatkan orang tua agar tidak menjadi korban iklan kartu pintar, kartu bayi, flashcards, atau apapun namanya. Meskipun kami mendorong ayah bunda untuk mengajar bayi membaca sejak usia dini, namun kami sama sekali tidak memberi jaminan “bim salabim, bayi bisa membaca di usia 12 bulan”.
Memang ada bayi-bayi super yang bisa membaca sebelum usia dua tahun, tapi banyak juga yang tidak bisa membaca sampai usia 5 tahun. Itulah faktanya. Mengapa? Biasalah, kisah-kisah sukses itu hanya dialami oleh segelintir orang. Begitupun kisah bayi-bayi spektakuler, jumlahnya tidak banyak. Sharifuddin Khalifa lebih hebat lagi.  Usia 18 bulan sudah bisa baca Kitab Suci Al-Qur'an.


Bunda perlu bersikap bijak dalam membaca testimoni. Kebanyakan testimoni adalah iklan terselubung. Ada yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, tapi tidak sedikit testimoni rekayasa karena dibuat sendiri oleh pemilik toko online. Sebagai iklan, testimoni bisa bersifat hiperbol atau berlebihan. Tapi yang paling buruk adalah testimoni palsu yang menjebak. Bagaimana menghindari jebakan testimoni? Minta saja nomor telepon orang yang namanya tertulis sebagai pemberi testimoni, kemudian cek and recek. Meskipun cara ini tidak menjamin seratus persen kebenaran isi testimoni, namun setidaknya berhasil membuang banyak keraguan. Sebagai pembeli produk secara online, kami juga sempat beberapa kali menanyakan kebenaran testimoni kepada pemilik toko online. Ada yang berreaksi negatif dan marah, “Kalau ngggak percaya loe nggak usah beli!” Tapi ada juga yang dengan mudah memberikan identias dan nomor telepon pemberi testimoni. Jadi ingat pepatah, “kalau bersih, kenapa risi”.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar